Filantropisme di Sektor Kesehatan

 

Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FKKMK

menyelenggarakan diskusi webinar


FILANTROPISME DI SEKTOR KESEHATAN

Topik-topik:

  1. Perpajakan dan Filantropisme: 
    Senin 28 Mei 2018. Pukul 12.00 – 13.00.
  2. Filantropisme dalam Pembiayaan RS di era JKN: 
    Selasa, 5 Juni 2018 pukul 09.00 – 10.30.
  3. Filantropisme dalam Konser untuk amal di sektor kesehatan: 
    Kamis, 7 Juni 2018, pukul 13.00 – 14.30.

LOKASI:
Kampus FKKMK UGM dan dapat diikuti melalui webinar


PENGANTAR:

Hasil diskusi mengenai Filantropisme Senin pada 23 April 2018 dengan pembicara Prof. Laksono Trisnantoro (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM) dan pembahas Prof. Muhadjir Darwin (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM) telah menghasilkan berbagai pemahaman mengenai filantropisme di sektor kesehatan. Berikut ini gambaran isi berbagai pertemuan selanjutnya:

  1. Perpajakan dan Filantropisme
    Senin 28 Mei 2018,pukul 12.00 – 13.00 Wib di Laboratorium Leadership
    Diskusi ini membahas pernyataan bahwa filantropisme bukan pengganti sistem pajak, walaupun mempunyai prinsip sama yaitu memberikan bantuan bagi yang miskin dan membutuhkan. Topik yang dibahas adalah persamaan dan perbedaan antara sistem pajak dan filantropisme. Akan dibahas pula apakah pemerintah perlu membuat kebijakan yang mendorong dan menjaga keamanan dana filantropisme. Secara keseluruhan diskusi ini diharapkan akan memicu penelitian mengenai perpajakan dan filantropisme. Materi>>
  2. Filantropisme dalam Pembiayaan RS di era JKN
    Selasa, 5 Juni 2018 pukul 09.00 – 10.30 di Laboratorium Leadership.
    Diskusi ini bertujuan untuk mengkaji kembali potensi filantropisme dalam pembiayaan RS yang saat ini sedang berada dalam situasi sulit. Potensi filantropisme RS besar karena ada budaya gotong royong. Ada 2 kelompok penyumbang: (1) Jumlah dana yang disumbangkan besar, namun jumlah penyumbang kecil. Kelompok A ini tipe Bill and Melinda Gates, atau Datuk Tahir. (B) Jumlah dana yang disumbang kecil, tapi merupakan sumbangan dari banyak orang. Kelompok B ini tipe jemaah masjid, gereja, atau gerakan gotong royong di masyarakat. Apakah RS - RS dapat memanfaatkan dana ini? Diskusi ini berusaha membahasnya dengan tujuan untuk memicu manajer dan pemilik RS untuk berfikir kembali mengenai filantropisme dalam mendanai RS dan tertarik untuk mengusahakan. PendaftaranDisini Webinar ID: 465-777-467
  3. Filantropisme dalam Konser untuk Amal Di Sektor Kesehatan
    Kamis, 7 Juni 2018, pukul 13.00 – 14.30.
    Konser Amal yang diselenggarakan oleh Departemen Kebijakan dan Manajemen FKKMK dengan pemain kunci Prof Adi Utarini pada 5 Mei 2018 untuk Yayasan Kanker Indonesia membuktikan bahwa potensi filantropisme di sektor pertunjukan seni sangat besar karena budaya gotong royong turut berperan dalam hal ini. Dalam konser amal terdapat 2 kelompok penyumbang: (1) Jumlah dana yang disumbang besar, namun jumlah penyumbang kecil. Mereka adalah filantropis yang perorangan, dan korporasi. Kelompok (B) adalah jumlah dana yang disumbang kecil, tapi yang memberikan banyak orang. Mereka para penonton konser. Di samping itu banyak sukarelawan dan artis yang tidak menerima bayaran untuk tampil dalam kegiatan ini. Diskusi ini akan membahas mengenai prospek filantropisme di pertunjukan musik. Pendaftaran:Disini Webinar ID: 857-537-971

Setelah Hari Raya Idul Fitri (15 – 16 Juni 2018) kegiatan akan membahas filantropisme di sektor kesehatan akan diteruskan dengan berbagai topik, antara lain:

  • Filantropisme untuk mendanai tenaga kesehatan masyarakat di daerah terpencil atau pedesaan.
  • Filantropisme di penelitian kesehatan
  • Filantropisme di dalam pembayaran iuran JKN
    dan berbagai topik lainnya.

Seluruh kegiatan ini dapat diikuti melalui web. www.filantropikesehatan.net 


NARAHUBUNG:
dr. Albarissa Shobry | HP/WA: 0898 5226 074 |Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. 

About Us

Pengembangan filantropis di sector kesehatan, memerlukan pendekatan dimana filantrofis dikaji secara ilmiah dan menjadi bagian system pembiayaan. Secara akademisi, konsep dan teori filantropis di sector kesehatan perlu dikaji, diteliti, dan disebarkan secara luas ke seluruh Indonesia

Connet With Us