Software - Development Crowdfunding Untuk Mendukung Rumah Sakit Non-Profit

LATAR BELAKANG

Di era globalisasi saat ini, pemanfaatan kemajuan teknologi menjadi salah satu kunci pembuka berbagai peluang sebagai solusi dari permasalahan yang timbul baik di instansi ataupun masyarakat. Kemajuan teknologi dengan memanfaatkan jejaring internet telah terbukti di berbagai bidang mampu menyelesaikan permasalahan. Tingginya standar yang harus dipenuhi dalam pemberian pelayanan kesehatan serta keadilan pada seluruh masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi tantangan bagi penyedia Fasilitas Kesehatan di Indonesia.

Dalam era BPJS, permasalahan pendanaan tidak berhenti. Rumah sakit banyak yang kekurangan dana akibat tarif BPJS yang lebih rendah dari cost, dan ketidak lancaran cash-flow BPJS. Rumah sakit kesulitan untuk melakukan peremajaan gedung, perbaikan fasilitas, penambahan peralatan hingga pelatihan SDM. Disamping itu masih ada kebutuhan dana yang tidak ditanggung oleh BPJS, antara lain ongkos transportasi, ongkos akomodasi dan makanan penunggu dan berbagai hal lainnya.

Di sisi lain, peserta PBPU BPJS ada yang gagal membayar karena tidak mempunyai kemampuan lagi membayar premi secara teratur. Kelompok ini perlu didanai oleh filantropisme. Filantropi marak dalam beberapa tahun terakhir ini, tidak hanya di luar negeri, tetapi juga di Indonesia. Filantropi dapat diartikan sebagai suatu kedermawanan untuk berbagi kepada sesama, segala bentuk kegiatan yang bertujuan untuk memberi ungkapan kedermawanan (cinta kasih) kepada sesama diartikan sebagai aktivitas filantropi. Derma sendiri adalah suatu istilah yang bernafaskan sosial dan diartikan sebagai pemberian atas dasar kemurahan hati, identik ditujukan untuk fakir miskin, kegiatan sosial, dan sebagainya. Para pemberi derma disebut dermawan, mereka membagikan sebagian hartanya untuk kaum yang membutuhkan. Dana yang didapat dari para dermawan berpotensi untuk membantu pembiayaan kesehatan di era JKN.

Motivasi filantropisme adalah adanya visi seorang manusia tentang amanah kehidupan dan komitmen untuk memberikan manfaat dalam kehidupan manusia. Dua kelompok filantropisme yang merupakan peluang yang sebaiknya diperhatikan oleh rumah sakit yaitu 1) Tipe A yaitu memberi sumbangan banyak jumlah Rp-nya namun jumlah orang/lembaganya sedikit dan 2) Tipe B memberi sumbangan sedikit jumlah Rp-nya namun jumlah orang/lembaganya banyak.

Aspek kemudahan dalam mengakses informasi bagi filantropisme menjadi salah satu aspek penting dalam penggalian dana. Kemudahan tersebut dapat dibangun dengan memanfaatkan inovasi dalam teknologi, salah satunya adalah dengan menciptakan sebuah software yang dirancang untuk penggalian dana. Diharapkan software nantinya dapat dimanfaatkan oleh RS – RS dalam menampilkan informasi kebutuhan keuangan, selain itu juga memberikan informasi yang up to date bagi filantropisme atas dana yang telah mereka salurkan.

TUJUAN SOFTWARE

Software ini diharapkan memudahkan penggalangan dana secara online di berbagai aspek pemenuhan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Beberapa hal yang dapat ditampilkan dalam software ini antara lain;

  1. Pihak rumah sakit dapat memberikan informasi tentang kebutuhan yang dapat di sumbang;
  2. Memberikan pilihan bagi calon pendonor sesuai dengan minat dan kemampuannya.
  3. Memberikan transparansi agar pendonor dapat memantau hasil sumbanganya.

KELUARAN YANG DIHARAPKAN

  1. Adanya software yang memudahkan rumah sakit dalam penggalian dana.
  2. Peningkatan pemahaman rumah sakit mengenai pentingnya penggalian dana di luar rumah sakit.
  3. Peningkatan peluang pendonor dalam menyalurkan dana di bidang kesehatan sesuai dengan minat.

LAMA KEGIATAN

         Kegiatan akan berlangsung selama 8 minggu dimulai dari perancangan, pembuatan software, serta sosialisasi dan evaluasi kegiatan.

JENIS SOFTWARE

Ada 2 Jenis software: (1) untuk memenuhi kebutuhan pasien (miskin dan tidak mampu) dan keluarganyanya; (2) Untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit.

  1. Penggalangan dana diperuntukkan bagi sisi demand (pasien). Pasien di sini meliputi pasien BPJS dan non-BPJS.
    1. Biaya langsung
      • Biaya rawat inap
      • Biaya pemeriksaan
      • Biaya konsultasi
      • Biaya penunjang / lab / alat yang tidak tersedia di BPJS,
      • Biaya tindakan medis yang tidak tersedia di BPJS
      • Biaya obat yang tidak tersedia di BPJS
    2. Biaya Tidak Langsung
      • Premi Bagi anggota BPJS PBPU yang tidak mampu membayar
      • Dana Transportasi untuk pasien tidak mampu.
      • Rumah singgah
      • Nutrisi khusus
      • Dana Konsumsi pendamping pasien tidak mampu
      • Relawan pendamping kesehatan
      • Kendaraaan 3T
  1. Software untuk penggalangan dana diperuntukkan bagi sisi supply (Fasilitas Kesehatan) meliputi;
    1. Biaya Langsung
      • Biaya overhead (Administrasi)
      • Biaya pendidikan
      • Biaya bagian keuangan
      • Biaya administasi Kantor
      • Biaya kendaraan
      • Biaya Perjalanan
      • Biaya lain di luar pelayanan di unit
      • Biaya Akreditasi
    2. Biaya Tidak Langsung
      • BMHP
      • ATK
      • ART
      • Alat medis
      • Alat non medis
      • Penyusutan Gedung
      • Penyusutan Kendaraan

INFORMASI LEBIH LANJUT

Sabran, S.KM., MPH
 085294045454
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. 

 

About Us

Pengembangan filantropis di sector kesehatan, memerlukan pendekatan dimana filantrofis dikaji secara ilmiah dan menjadi bagian system pembiayaan. Secara akademisi, konsep dan teori filantropis di sector kesehatan perlu dikaji, diteliti, dan disebarkan secara luas ke seluruh Indonesia

Connet With Us