Hasil Awal Penelitian Filantropi untuk Pembangunan Kesehatan di Indonesia: Siapa saja para filantropis?

Arsip

diselenggarakan oleh
Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta


PENGANTAR

Dinamika sektor kesehatan di Indonesia dalam satu dekade terakhir mengalami pergolakan. Hal tersebut secara umum disebabkan oleh (1) adanya perubahan sistem pendanaan dengan lahirnya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), (2) berakhirnya Millennium Development Goals (MDGs) dengan kegagalan Indonesia dalam pencapaian berbagai target, serta (3) dimulainya Sustainable Development Goals (SDGs) pada tanggal 25 September 2015.

Indonesia membutuhkan sumber dana pemerintah untuk dapat mencapat target SDGs di tahun 2030. Akan tetapi, saat ini kemampuan pemerintah sangat terbatas dalam hal pembiayaan sektor kesehatan. Pertumbuhan cepat Gross Domestic Product (GDP) tidak seiring dengan bertambahnya Tax-Ratio. Walaupun GDP Indonesia sudah berada di atas Rp 14 ribu triliun, atau di atas USD 1 triliun, akan tetapi TaxRatio masih berkisar di antara 10-11%. Hal ini menimbulkan masalah pada kemampuan pemerintah dalam mendanai berbagai program pembangunan.

Fakta di dalam era JKN, kebijakan jaminan kesehatan ini belum mampu menambah besaran persentase GDP untuk kesehatan. Dalam situasi ini, institusi kesehatan dirasa perlu memikirkan peran sektor filantropi dalam pembangunan kesehatan. Peran ini adalah sebagai pelengkap dari kontribusi pendanaan pemerintah.

Berdasarkan hal tersebut, PKMK FK-KMK UGM bersama dengan Perhimpunan Filantropi Indonesia melakukan penelitian mengenai pelaku filantropi kesehatan. Kesempatan ini akan membahas hasil penelitian sementara. Hasil akhir penelitian dan strategi pengembangan akan dibahas pada Fornas I FIlantropi Kesehatan di bulan Juli 2020.


TUJUAN

  1. Memaparkan hasil sementara penelitian mengenai para pelaku filantropi kesehatan;
  2. Melakukan analisis terhadap strategi pengembangan filantropi berbasis pada pelaku filantropi;
  3. Mempersiapkan berbagai kegiatan di tahun 2020.

TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN

Hari, Tanggal: Selasa, 18 Februari 2020
Waktu: 15.00-16.30 WIB
Tempat: Auditorium Tahir Lantai 1 Gedung Pascasarjana Tahir FKKMK UGM Yogyakarta

AGENDA

Moderator: dr. Albarissa Shobry Abdalla

Waktu Agenda Pembicara
14.30-15.00 Registrasi  
15.00-15.05 Pengantar Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D.
15.05-15.35

Hasil Sementara Penelitian: Pelaku filantropi kesehatan di Indonesia.


 
 
dr. Jodi Visnu, MPH.
15.35-16.15 Diskusi dan Tanya Jawab  
16.15-16.30 Kesimpulan dan Langkah-langkah Berikutnya  

PESERTA

  1. Pelaku filantropi di sektor kesehatan di Indonesia
  2. Pengambil kebijakan
  3. Manajer lembaga pelayanan kesehatan (RS dan jaringan pelayanan primer)
  4. Para peneliti/ akademisi
  5. Mahasiswa pascasarjana

NARAHUBUNG

Maria Lelyana
Telp. 0274-549425 / 08111019077
E-mail lelyana.pkmk@gmail.com