FORUM NASIONAL I

FILANTROPI KESEHATAN

"Menggali Berbagai Dana Kemanusiaan untuk Pembangunan Kesehatan di Indonesia​"

Yogyakarta, 21 - 22 Juli 2020

AGENDA

Jadwal Seminar Filantropi Kesehatan & workshop untuk pengembangan keterampilan filantropi

CALL FOR ABSTRACT

Batas Akhir Pengumpulan Abstrak: 27 Maret 2020
Pengumuman abstrak yang diterima: 13 April 2020

REGISTRATION

Silahkan klik untuk informasi biaya Pendaftaran Seminar dan Workshop
Filantropi Kesehatan

CONTACT

Lely (Kepesertaan)
Telp: 08111019077
dr. Albarissa (Informasi Konten)
HP: 08985226074

PENGANTAR

PENGANTAR

Dalam satu dekade terakhir, sektor kesehatan di Indonesia telah mengalami dinamika hebat yang secara umum disebabkan oleh tiga hal yaitu, adanya perubahan sistem pendanaan dengan lahirnya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), berakhirnya Millennium Development Goals (MDGs) dengan kegagalan Indonesia dalam pencapaian berbagai target, serta dimulainya Sustainable Development Goals (SDGs) pada 25 September 2015.

Periode 2017 – 2019, JKN mengalami defisit yang sangat besar. Situasi defisit ini berjalan seiring dengan kesulitan sistem kesehatan masyarakat untuk mencapai sasaran yang diinginkan. Berbagai indikator MDGs masih belum tercapai, khususnya nomor 4 (penurunan angka kematian anak) dan nomor 5 (peningkatan kesehatan ibu).  

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, pada  2015 menunjukkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia berada di angka 305 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Meskipun Angka Kematian Bayi (AKB) dan balita terus mengalami penurunan, namun capaian pada  2012 masih cukup jauh dari target MDG sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup. Kematian neonatal juga terus mengalami penurunan sampai dengan  2010, tetapi selanjutnya tidak berubah pada  2012. Angka tersebut sudah cukup membuktikan bahwa Indonesia belum berhasil mencapai target MDGs yaitu AKI 102 dan AKB 23 pada akhir  2015.

Dalam situasi MDGs yang sudah selesai, sebagai negara yang berada dalam pergaulan internasional, Indonesia ikut menandatangani dokumen Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development dan melaksanakan komitmen dalam pelaksanaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (SDGs). Pada era SDGs ini membutuhkan sumber dana pemerintah Indonesia dalam pencapaiannya.

Kondisi sektor kesehatan ini berada di situasi ekonomi yang sulit, dalam konteks kemampuan pemerintah untuk mendanai sektor kesehatan. Pertumbuhan cepat Gross Domestic Product (GDP) tidak seiring dengan bertambahnya Tax-Ratio. Walaupun GDP Indonesia sudah berada di atas Rp 14 ribu triliun, atau di atas USD 1 triliun, akan tetapi Tax-Ratio masih berkisar di antara 10-11%. Hal ini kemudian menimbulkan masalah pada kemampuan pemerintah dalam mendanai program – program pembangunan.

Fakta di  era JKN, kebijakan jaminan kesehatan ini tidak mampu menambah besaran persentase GDP untuk kesehatan. Selama 10 tahun terakhir telah terjadi penurunan share GDP untuk kesehatan yakni dari kisaran 3,5% menjadi 3,2 – 3,3%. Hal ini seolah menandakan bahwa bangsa Indonesia tidak cukup tertarik untuk membiayai kesehatan.

Tidak terkecuali dalam menanggapi kejadian tidak terduga seperti bencana nasional COVID-19 padan 2020. Walaupun pemerintah telah mengeluarkan dana kebencanaan dari APBN dan APBD untuk mendanai program pencegahan dan perawatan COVID-19, intervensi ini tentu masih akan belum cukup untuk menanggapi secara keseluruhan dikarenakan sifatnya yang kaku dan lambat sehingga sulit jika menanggapi perbedaan kondisi lapangan.  Dengan semangat gotong royong dan solidaritas yang meningkat di masyarakat pada masa pandemi COVID-19, filantropi memiliki peran yang besar dalam melengkapi kehadiran program pemerintah karena sifat aksinya yang fleksibel dan cepat.

Dalam situasi ini, timbul pertanyaan menarik: Apakah ada potensi dalam peran filantropi untuk mendanai pembangunan kesehatan di Indonesia? Peran ini tentunya tidak untuk menggantikan fungsi kontribusi pendanaan pemerintah, namun justru untuk melengkapinya. Oleh karena itu, perlu ada pengembangan yang sistematis dalam penggalian dana filantropi di sektor kesehatan.

TUJUAN

Hingga 2019, belum ada sebuah forum yang berfungsi sebagai arena pertukaran ide, pengalaman, dan rencana para pelaku filantropi kesehatan di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan sebuah forum nasional yang akan diinisiasi pada tahun 2020, bertujuan untuk:

  1. Mengumpulkan para pelaku filantropi kesehatan di Indonesia: siapa saja mereka yang bergerak di bidang filantropi kesehatan?
  2. Memahami potensi pendanaan filantropi untuk pembangunan kesehatan di Indonesia. Apa peran para filantropis dalam pencarian solusi yang distingtif?
  3. Membahas peluang dan pengalaman kegiatan filantropi dalam menanggapi masalah kesehatan pada bencana nasional COVID-19.

AGENDA KEGIATAN

Note: Untuk download materi silahkan klik nama narasumber/pembicara

TINJAUAN UMUM FILANTROPI KESEHATAN DI INDONESIA

WAKTU

AGENDA

08.00-09.00

Registrasi

09.00-09.20

Pembukaan Acara

Menyanyikan Indonesia Raya

Sambutan

Oleh : Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D.

(Streering Committee)

Pembukaan

Oleh : Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., SpOG(K).,Ph.D

(Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada)

SESI 1: Filantropi Kesehatan di Indonesia
Moderator: Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS.

WAKTU

AGENDA

NARASUMBER

09.20-10.15

Diskusi Panel

·       The State of The Art of Indonesian Philanthropy

·       Landskap Filantropi Kesehatan Indonesia: Potensi dan Tantangan.

Pembicara

Hamid Abidin, S.S., M.Si

dr. Jodi Visnu MPH

Pembahas

dr. Untung Suseno, M.Kes.

Chair of Bappenas

Chair of the Ministry of Finance

10.15-10.30

Sesi Tanya Jawab

 

10.30-10.40

Coffee break

 

SESI 2: Health Philanthropy Overview
Moderator: dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH

WAKTU

AGENDA

NARASUMBER

10.40-12.10

Diskusi Panel:

·         Pendanaan Filantropi pada Global Health

·         Ensuring “Continuum of Capital” in Philantropic Work.

·         Merawat Kesehatan Bangsa dengan Peduli dan Berbagi

·         Peran Sektor Swasta dalam Filantropi Kesehatan

·         Kebijakan Filantropi dalam Kementerian Kesehatan

·  Bill Gates Foundation/Bloomberg

·  Asia Venture Philantropic Network

·  Trihadi Saptoadi (Tahija Foundation)

·  Johnson and Johnson

·  Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat KemenKes

12.10-12.30

Sesi Tanya Jawab

 

12.30-13.15

ISHOMA  

 

SESI 3: Filantropi di Era Digital
Moderator:  dr. Sudi Indra Jaya

WAKTU

AGENDA

NARASUMBER

13.15-13.50

Crownfunding 4.0: Media Digital untuk Crowdfunding Kesehatan

KitaBisa.com

Go-Pay

13.50-14.10

Sesi Tanya Jawab

 

SESSION 4: Filantropi pada Manajeman Finansial
Moderator: Muhammad Faozi Kurniawan, Akt., MPH.

WAKTU

AGENDA

NARASUMBER

14.00-14.40

·         Filantropi melalui Blended Finance

·         Pajak dan Sistem Filantropi

PT. SMI

Shita Listyadewi

14.40-15.00

Sesi Tanya Jawab

 

15.00-15.10

Penutupan

 

FILANTROPI KESEHATAN DI INDONESIA: STUDI KASUS

WAKTU

AGENDA

08.00-09.00

Registrasi

SESI 1: Riset Filantropi di UGM pada 2018-2020

Moderator: Min Adadiyah, MPH.

WAKTU

AGENDA

NARASUMBER

09.00-09.30

Presentasi Oral Abstrak terbaik

 

09.30-09.50

Pemetaan Organisasi Filantropi Kesehatan International di Indonesia

Dwirani Rachmatika, MPH.

09.50-10.10

Filantropi berlandaskan IT di FKKMK UGM

dr. Albarissa Shobry Abdalla

10.10-10.25

Sesi Tanya Jawab

 

10.25-10.40

Coffee Break

 

SESI  2: Health Philanthropy through Faith and Professional Service

Moderator: dr. Jodi Visnu, MPH.

WAKTU

AGENDA

NARASUMBER

10.40-11.40

·         Filantropi Kesehatan di Yayasan Panti Rapih

·         Model Manajemen Filantropi di RS Muhammadiyah Temanggung

·         Bersumbangsih untuk Sesama

·   dr. Haripurnomo Kushadiwijaya, MPH., Dr.-PH.

·   Min Adadiyah, MPH.

·   Tzu Chi Indonesia

·   Yayasan Dhompet Dhuafa

11.40-12.00

Sesi Tanya Jawab

 

12.00-13.00

ISHOMA

 

SESI 3: Potensi Filantropi pada Kebencanaan dan Non-Communicable Disease

Moderator: Madelina Ariani, MPH.

WAKTU

AGENDA

NARASUMBER

13.00-14.00

·         Peran Filantropi pada Manajemen Bencana

·         Filantropi pada Dengue Research Project

·         Manajemen Filantropi pada Pasien Kanker

·  dr. Bella Donna, M.Kes.

·  Tahija Foundation

·  Yayasan Kanker Indonesia

14.00-14.20

Diskusi dan Tanya Jawab

 

SESI 4: Health Philanthropy for SDGs and Organization Management

Moderator: Shita Listyadewi, MPP.

WAKTU

AGENDA

NARASUMBER

14.20-14.40

Peranan Filantropi dalam SDGs dan Aplikasinya di Era JKN

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D.

14.40-15.00

Hospital Change Management for Philanthrophy

Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, M.A.

15.00-15.20

Sesi Tanya Jawab

 

15.20-15.30

Penutupan dan Pengumuman

 

15.30-16.00

Coffee Break

 

Call For Abstract

Tema:
Filantropi Kesehatan
Aksi Sosial Kesehatan
Manfaat Dana Kemanusiaan untuk Manajemen Pembiayaan Pasien Kurang Mampu
Sejarah Filantropi di RS
Pendanaan dari Pihak Ketiga untuk Sustainabilitas Pembiayaan

Ketentuan:

Abstrak dapat berupa penelitian empiris, laporan kasus, maupun ulasan literatur.
Abstrak dapat menggunakan Bahasa Indonesia dan berjumlah 200-300 kata.
Abstrak diketik menggunakan huruf Times New Roman berukuran 12 pts, alignment justify, spasi 1.
Submit abstrak tidak dikenakan biaya.
Batas waktu submit abstrak adalah 27 Maret 2020.
Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada tanggal 13 April 2020

REGISTRASI (FREE)

Link Pendaftaran Silahkan KLIK DISINI

Copyright © 2020 Filantropi Kesehatan – Fornas I Filantropi. All Rights Reserved