Laporan Dampak Saja Tidak Cukup Bagi Organisasi Non Profit

Laporan Dampak Saja Tidak Cukup Bagi Organisasi Non Profit

Artikel Mingguan

Sektor non profit sering kali terjebak dalam siklus pelaporan yang hanya mengejar angka formalitas demi memuaskan donor, namun gagal menangkap esensi perubahan yang sebenarnya di tingkat akar rumput. Fenomena “mengukur segalanya tetapi tidak mempelajari apa pun” mencerminkan bagaimana data sering kali hanya menjadi alat kepatuhan administratif, bukan kompas strategis. Tanpa adanya pergeseran dari sekadar laporan dampak menuju tata kelola dampak (impact governance), lembaga non profit berisiko terjebak dalam “fatamorgana metrik” yang terlihat impresif di atas kertas, namun terputus dari realitas dan suara otentik komunitas yang dilayani.

Memasukkan isu dampak ke dalam tata kelola organisasi membantu dewan pimpinan organisasi non-profit memanfaatkan data sebagai alat strategis untuk mengarahkan anggaran dan menyesuaikan program secara lebih tepat sasaran. Dengan membangun budaya pembelajaran, bukan sekadar pembuktian, lembaga filantropi dan non-profit dapat memperkuat legitimasi serta kepercayaan mitra dan pemangku kepentingan. Perubahan ini menuntut keberanian untuk beralih dari budaya membuktikan menuju memperbaiki, agar setiap dana yang disalurkan benar-benar menghasilkan dampak sosial yang berkelanjutan.

Selengkapnya