Filantropi Hadapi Krisis Iklim: Komitmen Inggris yang Mendunia

Filantropi Hadapi Krisis Iklim: Komitmen Inggris yang Mendunia

Artikel Mingguan

Di tengah dampak perubahan iklim yang melampaui banyak proyeksi ilmiah, sektor filantropi mulai menghadapi pertanyaan mendasar tentang perannya dalam krisis global ini. Tidak lagi cukup melihat iklim sebagai isu lingkungan semata, semakin banyak yayasan menyadari bahwa krisis ini berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, ketimpangan sosial, hingga stabilitas ekonomi. Namun dibalik meningkatnya komitmen tersebut, realita menunjukkan bahwa proporsi pendanaan untuk solusi iklim masih sangat kecil dibandingkan total dana filantropi global. Kesenjangan antara urgensi krisis dan respons pendanaan inilah yang memicu refleksi dan dorongan perubahan di berbagai negara. 

Salah satu titik balik penting muncul dari Inggris pada 2019, ketika sekelompok yayasan meluncurkan Funder Commitment on Climate Change di bawah naungan Association of Charitable Foundations. Komitmen ini menegaskan bahwa setiap yayasan apa pun fokus misinya memiliki tanggung jawab untuk mengintegrasikan aksi iklim dalam strategi, investasi, hingga tata kelola internalnya. Dari sebuah inisiatif nasional dengan belasan penandatangan, gerakan ini berkembang menjadi jaringan global dengan ratusan yayasan yang berkomitmen mendorong transisi menuju masa depan rendah karbon dan berkeadilan. Perkembangannya menunjukkan bahwa perubahan dalam filantropi bukan hanya mungkin, tetapi dapat tumbuh secara kolektif ketika transparansi, pembelajaran bersama, dan akuntabilitas dijadikan fondasi bersama.

Artikel selengkapnya https://www.alliancemagazine.org/analysis/philanthropys-climate-shift-how-a-uk-pledge-sparked-a-global-movement/