Edmonton Woman Helping Others with the Same Autoimmune Disease

Edmonton Woman Helping Others with the Same Autoimmune Disease

Artikel Mingguan

Seorang perempuan di Edmonton yang harus mengorbankan bisnisnya setelah didiagnosis Multiple Sclerosis (MS) kini membantu orang lain yang memiliki kondisi serupa.

Seorang perempuan di Edmonton terpaksa menutup toko bunganya setelah didiagnosis Multiple Sclerosis (MS) pada tahun 2024. Kini, ia justru berfokus membantu orang lain dengan penyakit yang sama.

“Pada Hari Ibu itu, kaki saya tiba-tiba tidak bisa berfungsi lagi saat berada di toko, bahkan saya tidak bisa menyuapkan makanan ke mulut,” ujar Mary Tibbetts.

Tibbetts sebelumnya menjalankan toko bunga di Edmonton sejak 2018. Namun, ia harus menjual bisnisnya setelah didiagnosis MS, yaitu penyakit kronis autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik, yang berdampak pada emosi serta kemampuan berjalan.

“Sebelumnya hidup saya penuh tekanan dan kecemasan, selalu ingin menjadi yang terbaik. Sekarang, saya justru bersyukur setiap hari ketika jari-jari kaki saya masih bisa bergerak,” kata Tibbetts.

Setelah didiagnosis, ia menyadari minimnya dukungan komunitas bagi pasien MS. Hal ini mendorongnya untuk mendirikan MS Nation Community Foundation, sebuah organisasi yang menyediakan kelas aktivitas fisik, layanan konseling, serta pertemuan komunitas.

“Saya ingin ini menjadi tempat bagi orang-orang dengan MS, para caregiver, keluarga, atau siapa pun yang ingin memahami kondisi ini, agar mereka bisa datang dan merasa diterima,” ujarnya.

Menurut MS Canada, penyakit ini diperkirakan dialami oleh sekitar 90.000 orang di Kanada. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun diduga berkaitan dengan faktor lingkungan, gaya hidup, dan genetika.

Profesor asosiasi dari Departemen Kedokteran Universitas Alberta, Jason Plemel, menjelaskan bahwa MS umumnya terjadi pada usia 20 hingga 40 tahun, dan lebih banyak dialami perempuan dibanding laki-laki sekitar dua hingga tiga kali lebih tinggi. Penyakit ini juga lebih umum ditemukan pada orang yang tinggal di wilayah utara.

Meskipun hidup dengan kondisi tersebut, Tibbetts tetap berkomitmen untuk membantu orang lain. Organisasi yang ia dirikan kini telah memiliki 120 anggota sejak berdiri dua tahun lalu.

Saat ini, kegiatan komunitas tersebut masih berlangsung di sebuah rumah lansia Chartwell. Namun, mereka berharap ke depannya dapat memiliki tempat sendiri.

https://edmonton.citynews.ca/2026/03/17/edmonton-woman-helping-others-with-the-same-autoimmune-disease/