BOGOR — Sakit demam tinggi yang diderita Maulana (20) membuat ia kehilangan fungsi indra pendengarannya. Selain kehilangan fungsi pendengaran, Maulana juga masih kesulitan berbicara. Sehari-hari dengan Ibunya, ia hanya berkomunikasi melalui bahasa isyarat.
“Awal sakitnya sih dia (Maulana) panas aja, engga ada sakit apa-apa lagi. Pokoknya dari masih kecil deh, dari usia 3 atau 4 tahun kita bawa ke rumah sakit. Dia belum bisa bicara, terus kata dokter ‘hanya telat Bu, nanti juga bisa’ dokternya hanya bilang begitu doang,” cerita Muniroh, Ibu dari Maulana saat ditemui di kediamannya, Desa Sasakpanjang, Kec. Tajur Halang, Kab. Bogor, Senin (23/02/2026).
Saat ke rumah sakit, Muniroh kebingungan lantaran dokter tidak memberi saran untuk langkah pengobatan selanjutnya terhadap Maulana. Saat ditanya soal pendengaran Maulana, Muniroh mengaku bingung karena saat pemeriksaan, dokter tidak memberitahu soal pendengaran Maulana yang perlahan mulai hilang.

“Ya saya ya bingung juga ya, dia engga bisa dengar bagaimana nih caranya biar dia untuk mendengar gitu ya. Tapi ya begitulah … engga bisa apa-apa. Saat itu, dokter juga engga bilang dia bisa dengar atau engga, cuman biasa aja. Ketahuan engga bisa dengarnya tuh karena dipanggil dari jauh dia engga dengar gitu ya. Kalau engga dicolek gitu, begitu (diam) aja,” tuturnya.
Setelah curiga akan pendengaran anaknya, Muniroh langsung membawa Maulana kembali berobat di rumah sakit. Di sana, Muniroh disarankan agar langsung membeli alat bantu dengar untuk Maulana.
“Terus hanya suruh bilang minta alat bantu (dengar), pakai alat bantu gitu aja. Dulu kan biayanya gede juga, karena kita nggak ada biaya juga waktu itu. Suruh beli satu, sebelah ini aja Rp 4,5 juta kalau gak salah,” ucapnya.
Di tengah keterbatasan biaya, LKC Dompet Dhuafa bersama PT Audy Mandiri Indonesia (Audy Dental) hadir memberikan alat bantu dengar kepada Maulana. Muniroh mengatakan, rekannya menjelaskan bahwa ada pengajuan untuk mendapat alat bantu dengar gratis. Dari situ, ia bergegas mengajukan permohonan untuk mendapatkan alat bantu dengar.
“Ya, Bu Pitri jelasin ke mari (rumahnya) terus nawarin ‘ada alat bantu dengar gitu, mau nggak?’ Ya, mau aja kata saya gitu, sangat bersyukur saya. Ya, agak mudah juga sih (proses pengajuannya) ini ditolongin sama Bu Santi, sama Bu Pitri, sama Pak Heri juga,” ucapnya.


Setelah mendapat alat bantu dengar, Muniroh merasa sangat terbantu. Katanya, Maulana lebih bisa produktif dan lebih mudah mendengarkan. Alat bantu dengar itu juga membuat anaknya lebih aktif membantu orang di sekelilingnya ketika memerlukan bantuan.
“Saya banyak berterima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa dan Audy Dental atas alat bantu dengarnya. Sebelum menerima bantuan, anak saya tidak berinteraksi dengan orang lain. Setelah menerima bantuan, anak saya menjadi produktif, bisa berinteraksi dengan orang lain, membantu warga di sekitar rumah,” jelasnya.
“Seperti acara maulid, kerja bakti, dan kegiatan bermasyarakat lainnya. Harapan saya setelah menerima bantuan ini, semoga anak saya bisa sekolah, karena sebelumnya anak saya tidak bisa berinteraksi, sehingga sulit untuk bersekolah. Semoga dengan alat bantu dengar ini, masa depan anak saya bisa baik. Terima kasih,” imbuhnya.

Untuk diketahui, semenjak kecil Maulana tidak sekolah. Namun, Muniroh berharap di kemudian hari anaknya bisa mengemban pendidikan dengan mengambil sekolah paket. Saat ini, Maulana sedang menunggu untuk didaftarkan sekolah paket oleh kakaknya.
Sementara itu, Ketua RT 03/04, Sariya Inoy, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas alat bantu dengar dari LKC Dompet Dhuafa dan Audy Dental. Ia mengapresiasi langkah kolaborasi kebaikan ini dengan turut menghaturkan rasa bangga ketika melihat salah satunya warganya mendapatkan alat bantu dengar.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Adapun, kelanjutannya kami mengharapkan bimbingan dari kawan-kawan LKC Dompet Dhuafa,” imbuhnya.
Ia juga mengatakan, setelah mendapat alat bantu dengar, Maulana banyak perubahan. Dimulai dari keaktifan kegiatan di masyarakat sekitar serta pendengarannya yang berangsur mulai ada perubahan yang lebih baik.
Sebelum mendapat alat bantu dengar, Sariya mengungkapkan bahwa saat memanggil Maulana, ia tidak begitu dengar. Menurut Sariya, untuk berinteraksi dengan Maulana pada saat itu harus berhadapan secara langsung.
“Maulana berasal dari Depok. Dia di sini ikut kakak sekaligus ibunya. Dia kurang lebih sudah satu tahun tinggal disini. Alhamdulillah keluarganya juga bermasyarakat, setiap ada kegiatan tetap bergabung baik kegiatan sosial maupun keagamaan,” tuturnya.
“Terima kasih pada rekan-rekan yang sudah hadir di lingkungan kami. Mudah-mudahan apa yang diberikan senantiasa Allah jadikan ladang amal ibadah dan membawa keberkahan untuk kita semua,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pemberian alat bantu dengar tersebut merupakan buah kebaikan dari Audy Dental atas pengumpulan dana zakat karyawannya yang disalurkan melalui Dompet Dhuafa dengan fokus pada Program Kesehatan.
Lewat LKC Dompet Dhuafa, dana zakat tersebut, disalurkan dalam bentuk program salah satu pilar LKC Dompet Dhuafa yakni pembelaan. Pilar ini fokus terhadap pelayanan mustahik yang tidak memiliki jaminan kesehatan, obat-obatan dan bahan habis pakai (BHP), serta kendala dalam mengakses bantuan alat kesehatan untuk pasien penyandang disabilitas.
Maulana adalah salah satu penerima manfaat dalam program pemberian alat bantu dengar untuk pasien penyandang disabilitas. Berkat informasi dari rekan ibunya, ia bisa terhubung dengan kolaborasi kebaikan Audy Dental bersama Dompet Dhuafa.
Kolaborasi kebaikan ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan dan kualitas hidup penyandang disabilitas serta pasien dhuafa. Langkah ini juga sebagai wujud penyaluran dana zakat yang amanah, tepat sasaran, dan berdampak di masyarakat luas.
Alat bantu dengar ini, membuat mimpi Maulana untuk mulai bersekolah kembali bangkit. Semoga harapan mulia dari anak penyandang disabilitas ini bisa terwujud. Sahabat Dompet Dhuafa juga bisa mengiringi harapan dan mimpi para penyandang disabilitas dan kaum dhuafa melalui BANTU TEMAN DISABILITAS. (Dompet Dhuafa).
Sumber: https://www.dompetdhuafa.org/alat-bantu-dengar-bangkitkan-mimpi-maulana-untuk-mulai-sekolah/