Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah di Indonesia. Beban kesehatan masyarakat akibat kabut asap diidentifikasi yang paling besar mencapai 120 triliun rupiah. PFI mendorong pemerintah segera mengalokasi anggaran khusus darurat kesehatan. PFI juga menyerukan kepada seluruh anggota, lembaga filantropi, dan mitra untuk mengonsolidasikan respons darurat kebakaran hutan dan lahan sebagai agenda kemanusiaan yang mendesak, terkoordinasi, dan terukur, serta memprioritaskan bantuan kesehatan serta perlindungan dari paparan asap bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Lembaga filantropi di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, dan lingkungan perlu berkolaborasi mendukung klinik bergerak, skrining gejala pernapasan, rujukan pasien, layanan kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan penyakit akibat asap. Setiap intervensi harus mengikuti asesmen tenaga kesehatan dan memprioritaskan kelompok paling rentan. Dalam jangka menengah dan panjang, PFI menyerukan agar filantropi tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi turut memperkuat langkah strategis dan sistemik. Lembaga filantropi dapat berperan sebagai “de-risker” dan “evidence-builder” melalui pengembangan pooled fund bertahap untuk mendukung organisasi lokal di wilayah rawan karhutla.
Artikel selengkapnya https://filantropi.or.id/en/rilis-media/pfi-serukan-penanganan-karhutla/