Penurunan prevalensi stunting dari 30,8% pada 2018 menjadi 19,8% pada 2024 merupakan prestasi baik Indonesia. Namun demikian, tantangan gizi ibu dan anak masih jauh dari selesai. Sekitar satu dari lima anak masih mengalami stunting. Pada aspek kesehatan ibu, masih tingginya angka anemia dan kekurangan energi kronis turut berkontribusi terhadap siklus malnutrisi antargenerasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pencapaian target gizi tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan dan intervensi, tetapi juga pada pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi perilaku keluarga serta kemampuan sistem kesehatan menjangkau masyarakat secara efektif.
Dalam forum AVPN Southeast Asia Health Impact Leadership Forum di Jakarta, para pemangku kepentingan menekankan bahwa percepatan perbaikan gizi memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran filantropi yang tidak hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga memperkuat sistem. Berdasarkan pengalaman Tanoto Foundation di Indonesia, terdapat tiga pelajaran utama untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan: 1) mendorong perubahan perilaku di tingkat keluarga; 2) memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam memanfaatkan data dan mengimplementasikan kebijakan; 3) memastikan investasi filantropi mendukung penguatan sistem sehingga inovasi dapat diadopsi menjadi kebijakan publik yang berdampak luas.
Artikel selengkapnya https://www.tanotofoundation.org/maternal-child-nutrition-systems-change/