Patients Left to Wait by Britain’s Public Health Service Turn to Crowdfunding

Patients Left to Wait by Britain’s Public Health Service Turn to Crowdfunding

Berita

LondonCNN — Holly Reeves mengalami kondisi medis dimana dia mengalami kesulitan untuk menelan makanan, jadi dokter memasangkan selang makanan kepada anak berusia lima tahun dari Devon tersebut.Tapi Holly juga menderita asma dan jika dia mengalami episode batuk yang serius, selangnya akan lepas – menyebabkan dia “kelaparan sampai pingsan” dengan “kunjungan berulang kali ke rumah sakit,” kata ibunya Amy Thomas kepada CNN.

Alternatifnya perlu dilakukan pemasangan Percutaneous Endoscopic Gastrotomy (PEG), yaitu selang makanan fleksibel yang dipasang ke perut – tetapi keluarganya mengatakan mereka diberitahu oleh National Health Service (NHS) Inggris bahwa masa tunggunya memerlukan waktu sampai dua tahun.

“Jika kami harus menunggu dua tahun lagi dalam waiting list NHS, Holly mungkin tidak akan berhasil,” kata Thomas kepada CNN. Jadi, keluarganya memutuskan untuk menjalani perawatan medis pribadi dan biayanya melampaui target 5000 Poundsterling seperti yang ditetapkan melalui situs crowdfunding JustGiving. Holly rencananya akan menjalani operasi untuk menyelamatkan jiwanya bulan depan.

Seorang juru bicara untuk Torbay dan South Devon NHS Foundation Trust, mengatakan: “NHS di seluruh negeri saat ini menghadapi daftar antrian pasien yang panjang di banyak spesialisasi yang berbeda, dan kami mohon maaf karena orang-orang yang kami rawat menunggu lebih lama untuk prosedur atau perawatan tertentu daripada yang seharusnya.”

Tetapi setelah bertahun-tahun pemerintah melakukan penghematan dan permintaan layanan bagi populasi lanjut usia terus mengalami peningkatan, NHS akhirnya mengalami krisis. Menurut David Wrigley, wakil ketua komite GP untuk British Medical Association (BMA), NHS kekurangan dana dan kekurangan sumber daya dengan “investasi kecil yang menyebabkan daftar antrian terus meningkat.”

Daftar antrian untuk perawatan rumah sakit telah meroket ke rekor 7,2 juta pada Januari 2023, menurut pemerintah data terbaru diterbitkan pada bulan Maret. Sementara itu, dokter dan perawat mogok kerja karena gaji dan kondisi. BMA mengatakan dokter junior di tahun pertama bekerja dibayar 29.384 Pound sterling (36.241 dolar Amerika Serikat) dan di Inggris terjadi pemotongan gaji hingga 26% sejak 2008 setelah inflasi diperhitungkan.

NHS juga menghadapi krisis tenaga kerja. Menurut pemerintah, data terbaru per Desember tahun lalu, 124.000 pos NHS masih kosong. BMA berpendapat memburuknya gaji dan kondisi adalah faktor penyebabnya.

Dengan latar belakang ini, banyak warga Inggris dihadapkan pada pilihan yang tidak menyenangkan: menunggu bertahun-tahun untuk perawatan NHS, membayar sendiri atau mengandalkan sumbangan amal untuk mengumpulkan uang untuk operasi swasta.

Beralih ke Swasta

Angka yang diberikan kepada CNN oleh situs crowdfunding GoFundMe menemukan bahwa 67% lebih banyak crowdfunder medis pada Maret 2023 menyebutkan istilah “waiting list” daripada pada Januari 2020 – bulan ketika pandemi COVID-19 melanda Inggris.

Sementara itu, selama periode waktu yang sama, 56% lebih banyak crowdfunder medis menyebutkan istilah pencarian “private” atau “privately”.

John Coventry, VP internasional di GoFundMe, mengatakan kepada CNN: “Kami melihat semakin banyak orang yang beralih ke GoFundMe karena NHS dan krisis biaya hidup saling berbenturan. Data ini menunjukkan bahwa, sementara tekanan yang dialami orang meningkat, masyarakat berkumpul untuk membantu teman, keluarga, kolega, dan bahkan orang asing saat mereka sangat membutuhkannya.”

GoFundMe mengklaim di situs webnya bahwa itu adalah “pemimpin dalam penggalangan dana medis online”, dengan satu pengguna menambahkan, “Situs web ini keren! Saya mengumpulkan hampir 10.000 Poundsterling dalam 48 jam untuk kebutuhan medis keponakan saya.”

‘Keadaan yang menyedihkan’

Namun, dalam beberapa kasus, kemurahan hati orang asing masih belum cukup.

Pada bulan Januari, James Taylor mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) dalam pertandingan sepak bola untuk Harrow Borough. Dia diberitahu oleh dokter NHS bahwa dia harus menunggu satu tahun untuk operasi lututnya. Jadi manajernya, Steve Baker, membuat permohonan GoFundMe untuk membayar operasi tersebut secara pribadi. Taylor mengumpulkan setengah dari 12.000 Pound sterling (14.922 dolar Amerika Serikat) yang dia butuhkan untuk pengobatan dari sumbangan dan membayar sisanya dari kantongnya sendiri.

“Rekening bank saya sangat terpukul, tetapi saya harus menggunakan perawatan kesehatan swasta untuk menyelamatkan karier sepak bola saya. Saya tidak bisa menunggu satu tahun lagi dalam daftar tunggu NHS. Saya tidak punya pilihan lain,” kata Taylor kepada CNN.

Semakin banyak orang Inggris yang membayar sendiri untuk mengakses layanan kesehatan swasta secara langsung. Angka dari Private Healthcare Information Network (PHIN) menunjukkan bahwa jumlah penerimaan medis swasta untuk orang yang membayar sendiri untuk pengobatan mencapai 66.000 antara Juli dan September tahun lalu – naik dari 50.000 pada titik yang sama pada 2019.

Menurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), pada tahun 1990, pengeluaran warga negara Inggris untuk biaya pengobatan setara dengan di bawah 0,6% dari PDB, sementara orang Amerika membayar hampir empat kali lipat, sebesar 2,2%. Tiga puluh tahun kemudian, kesenjangan itu telah menghilang. Pengeluaran out-of-pocket AS mencapai 1,9% pada 2020, angka terbaru yang dikutip oleh OECD, dan warga Inggris sebesar 1,8%.

Ini adalah “keadaan yang menyedihkan,” kata Wrigley kepada CNN. “Tidak seorang pun boleh dibuat merasa bahwa (membayar untuk swasta) adalah satu-satunya pilihan mereka untuk mengakses perawatan karena banyak yang merasa bahwa perawatan tidak dapat diakses melalui NHS.”

“Pemerintah ini perlu berbuat lebih banyak untuk mengatasi waktu tunggu yang terus meningkat, yang sudah sangat tinggi bahkan sebelum pandemi, dan berhenti berpura-pura bahwa Dia memiliki sistem yang dapat memenuhi kebutuhan pasien,” tambah Wrigley.

Seorang juru bicara Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial mengatakan kepada CNN bahwa “mengurangi daftar tunggu adalah salah satu dari lima prioritas utama pemerintah, dan NHS telah mengurangi jumlah pasien yang menunggu lebih dari 18 bulan lebih dari 91% sejak puncak September 2021.

Sumber: https://edition.cnn.com/2023/06/18/europe/uk-crowdfunding-nhs-waiting-lists-intl-cmd/index.html