Reportase Implementasi Filantropi Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat

Reportase Implementasi Filantropi Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat

Yogyakarta – Pada Senin (4/10/2021) diadakan pertemuan daring antara Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK – KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkesprov) Jawa Barat untuk membahas rencana implementasi filantropi kesehatan dalam membantu pasien JKN.

Kepala Seksi Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Dinkesprov Jawa Barat, dr. Luqman Yanuar Rachman, MPH., menyampaikan bahwa saat ini terdapat banyak tunggakan premi BPJS Kesehatan di wilayah Jawa Barat yang menjadi perhatian Dinkesprov. Luqman berharap agar masalah ini dapat dipecahkan dengan koordinasi bersama lembaga filantropi kesehatan, semisal memanfaatkan donasi melalui urun dana maupun dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

“Saat ini kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan terkadang dibantu oleh BAZNAS dalam pembiayaan. Tetapi itu pun terbatas, sementara tunggakan masih ada dan harus dibayar dahulu agar pasien dapat tertangani,” pungkasnya. Luqman menambahkan bahwa pihak Dinkesprov Jawa Barat juga telah melakukan pertemuan dengan pihak BPJS Kesehatan terkait pembiayaan, namun yang selama ini dibantu oleh pihak BPJS Kesehatan adalah kasus yang tergolong berat. Luqman juga mengharapkan adanya dukungan agar masalah tunggakan premi yang bersifat daily case dapat diatasi.

Team Leader Filantropi Kesehatan PKMK FK – KMK UGM, dr. Jodi Visnu, MPH., menyambut niat baik Dinkesprov Jawa Barat dan akan mencoba mengakomodir ke dalam suatu sistem koordinasi yang melibatkan organisasi filantropi kesehatan, terutama di area Bandung Raya terlebih dahulu. Partnership menjadi kata kunci yang menguatkan dalam rangka kolaborasi dengan organisasi, baik berbentuk yayasan, perkumpulan, maupun korporasi.

Ke depannya, diharapkan akan lebih banyak lagi organisasi yang dapat bergabung untuk memaksimalkan program ini. “Sebagai timbal baliknya, perlu dipikirkan juga apa yang dapat diberikan Dinkesprov Jawa Barat kepada organisasi tersebut dalam melakukan karya pelayanan masyarakat, semisal dukungan kemudahan akses, dukungan moral, maupun material,” imbuhnya.

Reporter: Ainun Hanin